Iran Peringatkan Eropa Jangan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Kunjungan Iran ke Islamabad, Pakistan. (Foto dari X Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei)
INTERNASIONAL, VIEWSS - Iran memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak ikut campur di Selat Hormuz setelah muncul rencana pengiriman kapal perang ke Timur Tengah.
Intinya:
- Iran menilai intervensi Eropa di Selat Hormuz akan memperburuk konflik.
- Inggris bersiap mengirim kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah.
- Selat Hormuz masih menjadi jalur vital bagi pasokan energi global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, meminta negara-negara Eropa tidak tunduk pada tekanan Amerika Serikat dan Israel terkait konflik di Timur Tengah.
Iran menegaskan keterlibatan militer asing di Selat Hormuz maupun Teluk Persia hanya akan memicu komplikasi baru dan memperburuk situasi kawasan.
“Kami telah dengan jelas mengatakan kepada negara-negara Eropa bahwa mereka tidak boleh tunduk pada tindakan arogan Amerika Serikat dan Israel,” kata Baghaei seperti dikutip Al Jazeera, Senin (11/5/2026).
Kenapa Iran Menolak Intervensi Eropa di Selat Hormuz?
Iran menilai keterlibatan negara-negara Eropa di Selat Hormuz dapat memperluas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Teheran juga memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan lonjakan harga energi dunia.
Menurut Baghaei, negara-negara Eropa sebaiknya tidak mengambil langkah yang merugikan kepentingan mereka sendiri.
“Perang ini bukan hanya tidak bermoral, tetapi juga melanggar hukum internasional. Amerika Serikat dan Israel yang memulai agresi terhadap Iran,” ujarnya.
Baghaei juga memperingatkan potensi dampak ekonomi global apabila terjadi intervensi militer di jalur pelayaran strategis tersebut.
“Intervensi apa pun di Selat Hormuz atau Teluk Persia akan membawa komplikasi lebih lanjut. Itu justru akan memperburuk kenaikan harga,” katanya.
Ia meminta negara-negara dunia bertindak lebih bertanggung jawab di tengah situasi yang terus memanas di Timur Tengah.
Negara Mana yang Akan Mengirim Kapal Perang?
Inggris menjadi salah satu negara Eropa yang mengumumkan rencana pengiriman kapal perang ke Timur Tengah. Kapal perang HMS Dragon dipersiapkan untuk kemungkinan bergabung dalam misi pengamanan pelayaran di Selat Hormuz.
HMS Dragon merupakan kapal perang jenis Type 45 destroyer milik Angkatan Laut Inggris yang dirancang menghadapi ancaman udara dan rudal.
Diberitakan BBC pada Sabtu (9/5/2026), Kementerian Pertahanan Inggris menyebut misi tersebut bersifat “defensif dan independen”.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron sebelumnya mendorong pembentukan operasi multinasional guna menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun Starmer menegaskan misi itu baru akan dijalankan setelah pertempuran di kawasan benar-benar mereda.
Kenapa Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia?
Selat Hormuz menjadi jalur penting perdagangan energi global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) melintasi kawasan tersebut. Gangguan di jalur ini berdampak langsung terhadap harga energi internasional.
Iran diketahui telah mengendalikan Selat Hormuz selama berbulan-bulan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Meski gencatan senjata antara AS dan Iran berlaku sejak April 2026, solusi permanen konflik belum tercapai.
Kedua pihak bahkan masih saling menuduh melakukan serangan di sekitar Selat Hormuz dalam pekan ini.
Sebelumnya, kapal induk Perancis Charles de Gaulle juga telah melintasi Terusan Suez menuju kawasan tersebut.
Inggris juga menyiapkan kapal lain, RFA Lyme Bay, yang sedang dipasangi sistem pemburu ranjau otomatis untuk kemungkinan pengerahan berikutnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, HMS Dragon ditempatkan di Mediterania timur untuk membantu operasi pertahanan Inggris, termasuk melindungi pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus setelah sempat diserang drone buatan Iran pada Maret lalu.
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut pengerahan HMS Dragon merupakan bagian dari “perencanaan yang hati-hati” agar kapal tersebut siap digunakan jika misi keamanan di Selat Hormuz dimulai.
Bulan lalu, sebanyak 51 negara juga mengadakan pertemuan guna membahas perlindungan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Starmer mengatakan puluhan negara telah menawarkan kontribusi aset militer untuk operasi gabungan bersama Perancis.
Meski begitu, pemerintah Inggris menegaskan mereka tidak ingin “terseret” lebih jauh dalam perang Iran.
London sebelumnya juga menyatakan tidak mendukung blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat yang hingga kini masih berlangsung.
Penulis: Bahrudin
Editor: Fuad